Creating and Editing Excel Formulas

An Excel spreadsheet is simply a collection of cells that you can use to enter data. Each cell is given a name based on its position in the spreadsheet. The top-leftmost cell is called cell A1. It’s the cell located in column A, row 1. When you enter a value in cell A1 (for example, the number 5), that cell’s value becomes 5. If you enter the number 10 in cell B1, that cell’s value becomes 10. You can use then use these values in a formula.

For instance, you can click cell C1 and begin typing =A1+B1, as shown in Figure 1.1. Note how you can see your formula in both the cell you’re typing in and the Formula Bar above the column headings.

basic formula of excel
basic formula of excel

Figure 1-1: Entering a basic formula.

After you press the Enter key on your keyboard, Excel recognizes what you’re asking and performs the calculation that gives you the result of 15 (5+10 = 15).

The reason Excel recognizes that you were entering a formula and not just another value is the equal sign (=). Entering the equal sign followed by other values tells Excel that you’re starting a formula. In this example, we used what are known as cell references (A1 and B1). These cell references are just one of the types of values that you can use in your formulas.

Excel formulas accept the following types of values:

 

  • Constants: You can use hard-coded numbers directly in a formula. For example, you can enter =5+10 directly into a cell to get the answer 15.
  • Operators: These include symbols that perform addition (+), symbols that perform multiplication (*), symbols that compare values (>), and symbols that join values together (&). For example, entering =15>10 into a cell returns TRUE as the result because 15 is indeed greater than 10.
  • Cell references: These include any value that points back to a single cell or range of cells. As you’ve already seen, entering =A1+B1 in a cell tells Excel to use the values in those two cells in the formula.
  • Text strings: Any text string can be used as an argument in a formula as long as it’s wrapped in quotation marks. For example, entering =“Microsoft”&”Excel” in any cell results in the joined text Microsoft Excel.

Methods for entering formulas

You have several ways to actually enter a formula into a cell:

 

  • Enter the formula directly into a cell: Simply click a cell, begin typing your formula, and then press the Enter key on your keyboard.
  • Enter the formula into the Formula Bar: Click inside the Formula Bar found above the column headers, type your formula, and then press the Enter key on your keyboard.
  • Enter the formula using the mouse: If your formula involves cell references, you can use the mouse to help reduce the amount of typing you need to do. For instance, instead of typing =A1+B1, you can type the equal symbol, use your mouse to click cell A1, type the plus symbol, use the mouse to click cell B1, and then press the Enter key.
  • Enter the formula using the arrow keys: If your formula involves cell references, you can use the arrow keys on your keyboard to help reduce the amount of typing you need to do. For instance, instead of typing =A1+B1, you can type the equal symbol, use the arrow keys on your keyboard to move the cursor to cell A1, type the plus (+) symbol, use the arrow keys on your keyboard to move the cursor to cell B1, and then press the Enter key.

Editing a formula

If you find that you need to edit a formula, you can do so in three ways:

  • Edit directly in the Formula Bar: Select the cell that contains your formula, go up to the Formula Bar, and start editing the formula there.
  • Double-click the formula cell: You can edit the formula directly in the cell it’s in by double-clicking the cell. Double-clicking the cell gets you into Edit mode, where you can edit the formula as needed.
  • Press F2: Select the cell that contains your formula and then press F2 on your keyboard to get into Edit mode. As stated previously, you can then edit the formula as needed.

 

Read More

Bagaimana Mematikan AutoPlay Video Facebook

“Saat ini kuota data saya kok sering berkurang cepat ya, ” mungkin anda pun mengalaminya. Setelah usut punya usut ternyata yang membuat kuota data internet smart phone dan note book saya adalah fitur auto play video di timeline facebook saya. Apalagi jika tiba-tiba anak saya membuka-buka timeline saya, scroll ke bawah semua video akan terputar secara otomatis dan tentunya akan menguras kuota data internet saya.

Nah, akhirnya saya mulai mengutak-atik akun facebook saya. Ternyata langkahnya sangat mudah rekan-rekan.

First, Open Settings…

Cara Menghilangkan Fitur Auto Play Video FB
Cara Menghilangkan Fitur Auto Play Video FB

Setelah anda klik settings, sorot sebelah kiri menu Videos seperti penampakan di bawah ini;

Cara Menghilangkan Fitur Auto Play Video Facebook
Cara Menghilangkan Fitur Auto Play Video Facebook

Setelah anda ubah menjadi off, secara otomatis video yang ada di timeline anda tidak akan terputar secara otomatis lagi sehingga kuota data anda tidak lekas habis. Semoga manfaat….

Read More

Save Papua, Save Indonesia

Peace
Save Papua Damai, Save Indonesia

Untuk Terrorist Radikal Kristen GIDI di Tolikara…..

Hari Iedul Fitri itu sangat spesial bagi umat muslim seluruh dunia, hari raya terbesar bagi kami, mengapa engkau hentak hati kami dengan kejadian di Tolikara? Bukankah Bumi Papua damai untuk semua pemeluk agama? Mari siapapun kita, apapun agama kita mari kita kutuk organisasi kristen GIDI yang telah melarang hari raya iedul fitri, melarang yilbab (jilbab), melarang aliran kristen lain dalam beribadah. Saya percaya agama kristen agama kasih, sama dengan islam yang menjadi rahmat sekalian alam, oknum yang berbuat noda di Papua adalah oknum organisasi (kebetulan pemeluk kristen), sama halnya dengan organisasi ISIS (kebetulan pemeluk islam).

Hari Lebaran, Hari Kemenangan
Hari Lebaran, Hari Kemenangan

Untuk Umat Muslim di seluruh Indonesia……..

Taqabbalallahu Minna Wa Minkum, Taqabbal Ya Karim…Selamat Merayakan Iedul Fitri 1436 H, Mari kita doakan seluruh umat muslim di seluruh dunia yang mungkin masih belum bergembira seperti kita, mari kita selipkan dalam do’a rabithah kita Muslim Tolikara, Uighur, Palestine, Iraq, Suriah, Kashmir, Rusia, Rohingya dan seluruh bumi Allah. Mungkin terkhusus kita yang ada di Indonesia dan aktif melihat timeline FB dan twitter (karena impossible  ada di TV), kita tersentak dengan kisah pilu di Tolikara, wilayah di Papua yang sama sekali tidak terkenal jadi trending topic  worldwide. Kita wajar bereaksi, ada yang mengutuk, marah, geram, ada yang biasa-biasa saja, ada yang mencaci bahkan ada yang siap melakukan aksi balas dendam. But, tundukkan nafsu sejenak, mari berpikir jernih apa yang sebenarnya terjadi.

Berikut saya kutip dari laman fb rekan saya Azzam Mujahid Izzulhaq:

Perkenankan saya berbagi sedikit fakta bahwa ada SKENARIO LAIN di balik aksi pembakaran masjid, rumah dan kios milik umat Islam di Tolikara pada saat Idul Fitri kemarin. Ini juga yg menjadi pertimbangan saya (dan saya harap untuk semua umat Islam di Indonesia) untuk lebih hati-hati dan waspada menghadapi situasi yg sangat mudah disusupi oleh kepentingan lain selain masalah agama.

Pada tulisan saya yg pertama saya sampaikan bahwa di Papua pada umumnya, toleransi sudah bukanlah barang baru lagi. Ia sudah mendarah daging di setiap warga di Papua. Baik muslim maupun non muslim. Maka, terjadinya aksi intoleran ini dapat dipastikan bukan diakibatkan oleh hal yg sepele. Apalagi hanya urusan SPEAKER. Bukan itu. Dapat dipastikan ada skenario dan aksi liar yg dilakukan oleh sutradara handal.

Di Papua, ada DUA HAL yg sangat menjadi perhatian utama pemerintah daerah serta aparat penegak hukum; ISU YG BERKENAAN DENGAN AGAMA dan ISU YG BERKENAAN DENGAN ‘MERDEKA’. Sehingga, jika surat yg beredar dari Gereja Injili di Indonesia itu adalah benar, apalagi tembusannya kepada Bupayti, Ketua DPRD, Kapolres dan Danramil, tentunya ini sudah pasti akan diantisipasi dengan cepat. Karena sekali lagi, ini sudah menjadi cocern aparat TNI/POLRI yg utama.

Apa skenario lainnya? Dugaan sementara dari hasil diskusi kami (tokoh Islam, Kristen, Pemerintah Daerah, Muspida) adalah upaya membuat suasana kacau lalu kemudian menjadi alasan untuk organisasi yg sekarang berkonsentrasi untuk melepaskan Papua dari Indonesia menyatakan bahwa selama diurusi oleh Indonesia, Papua tidak aman. Masyarakat resah. Kehidupan dan kerukunan beragama kacau. Lalu kemudian mereka meminta perlindungan negara yg mendukung kemerdekaan Papua dari Indonesia seperti Amerika Serikat, Inggris, Belanda, Australia dan lainnya.

Contoh:
1. Apa hubungan Pendeta Nayus Wenda (penandatangan surat edaran yg diduga dari GIDI) dengan Benny Wenda? (tokoh Papua yg tinggal di Oxford, Inggris yg juga mendapatkan perlindungan dari kerajaan Inggris, sangat concern mengkampanyekan kemerdekaan Papua di dunia internasional)

2. Beberapa hari sebelumnya, Organisasi Papua Merdeka melakukan aksi demonstrasi di depan KBRI London, tepatnya di Grosvenor Square dan juga di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat. Meneriakkan kembali tentang kemerdekaan Papua lengkap dengan atribut dan busana Papua.

Inikah yg kita harapkan?!

Jika memang ini yg kita harapkan, baiklah. Datanglah ke Papua. Angkatlah senjata. Perangi mereka yg memerangi. Berjihadlah dengan melakukan perlawanan. Ketahuilah, jarak dari Pulau Jawa ke Papua itu ditempuh dengan transportasi udara adalah kurang lebih 6 jam. Jika ditempuh perjalanan laut bisa hingga 2 minggu. Itu pun baru ke kota besarnya seperti Jayapura, Timika atau Merauke. Jika ingin ke Tolikara, tidak ada jalur darat, perlu menggunakan pesawat kecil lagi yg terbang berdasarkan cuaca. Jika cuaca bagus terbang selama kurang lebih 1,5 jam dan jika cuaca buruk tidak ada yg sanggup kesana. Atau jalan kaki menembus hutan perawan Papua yg bisa berminggu baru sampai. Ditambah biaya transportasi bisa hingga 6-7 juta Rupiah per orang di musim hari raya ini. Catat, itu baru sekali pergi. Belum lagi jika nantinya mau pulang kembali.

Dan catat juga, pesawat kecil sebagai sarana transportasi ke Tolikara kebanyakan dimiliki oleh Misionaris. Sangat mudah mereka tidak mengangkut mereka yg mau berjihad mengangkat senjata ke sana.

Namun, jika kita tidak ingin peristiwa mengenaskan ini terus membesar seperti menggeli dingnya bola salju, mari kita selesaikan dengan bijakaana. FIQH DAKWAH DAN FIQH AULAWIYAT di sini berbeda dengan di Jawa, Sumatera dan daerah lain di Indonesia. Kami tidak pernah takut berjihad melawan tindakan mereka. Namun jika kami melawan, ada yg terbahak-bahak tertawa kegirangan. Karena itulah yg ‘mereka’ harapkan.

Sekali lagi, peristiwa ini membuat umat Islam tersakiti, itu pasti. Marah? Sangat wajar marah, saya pun marah. Apalagi ditambah SIKAP PEMERINTAH PUSAT yg terkesan asal bicara dan MEDIA-MEDIA NASIONAL yg asal membuat berita dan juga memperkeruh suasana. Namun, percayakan kepada kami untuk bisa menyelesaikan semua ini dengan JIHAD DAMAI terlebih dahulu. Masih banyak cara yg bisa kita tempuh dengan baik. Tanpa harus tergerus mengikuti ritme skenario mereka.

Pelanggaran hukumnya jelas. Tersangkanya jelas. Kami serahkan kepada aparat penegak hukum di negeti ini. Karena aparat juga tidak tinggal diam.

Jika masih ingin berkontribusi jihad, mari berjihad dengan membantu membangun kembali masjid yg dibakar itu. Membantu para korban yg rumah dan kiosnya juga turut dibakar. Membantu berjihad dengan juga membantu masyarakat Papua (muslim dan non muslim) untuk semakin berdaya, semakin maju, sehingga tidak mudah diprovokasi pihak-pihak tertentu. Mari berjihad dengan menunjukkan bahwa umat Islam, dalam kondisi marah dan tersakiti pun, tetap menjunjung tinggi hukum yg berlaku dan bisa menyelesaikan persoalan dengan suasana yg harmonis.

Demikian dan terimakasih atas segala untaian doa dan dukungan bagi kami di sini. Di Papua. Semoga Allah melindungi kita semua. Amin.

‪#‎SelamatkanIndonesia‬
‪#‎LintasanPikiran‬

Semoga kita bisa berpikir lebih jernih, semoga Allah merahmati kita semua. Save Papua, Save Indonesia…..

photo credit: Sarah Lawson, Manchester via photopin (license)
photo credit: DSCF3676 via photopin (license)

Read More

Hiburan Sepakbola di Hari Raya Iedul Fitri

Jadwal ICC 2015
Jadwal ICC 2015

Tak terasa sehari saja syawal akan tiba, sedih juga rasanya Ramadhan mubarak akan berlalu. Suasana Ramadhan memang tak didapatkan di bulan lainnya, tapi itulah waktu akan berlalu meninggalkan kita. Esok hari seluruh umat Muslim di belahan bumi akan menyambut kemenangan Iedul Fitri 1436 H. Selain agenda silaturahmi, kumpul sanak family, sungkeman ke orang tua, apa agenda yang tepat di hari raya? Yup Sepakbola. Tahun ini liburan hari raya kembali bertepatan dengan jadwal Pre Season Tim-Tim Eropa dan kita patut bersyukur Indosiar akan menayangkan secara live hajatan tersebut. Tahukah anda Turnament apa itu? Yup ICC (Internasional Champions Cup) 2015.

Demi menjaga kesadaran dan terus menarik minat penduduk Amerika Serikat terhadap sepak bola, tak henti-hentinya Federasi Sepak Bola Amerika Serikat (USSF) mengkampanyekan olahraga ini. Salah satu caranya adalah dengan membiarkan klub-klub top Eropa menjaring penggemar baru di berbagai kota negeri adidaya itu sebelum turnamen pra-musim jelang gong MLS 2015 berbunyi digalakkan. International Champions Cup (ICC) adalah contohnya. Turnamen yang berjalan tahunan di Amerika itu adalah kompetisi persahabatan yang melibatkan klub sepak bola asal Eropa.

Kompetisi ini adalah serangkaian pertemuan dua klub sepak bola yang dimainkan secara terpisah di Australia, Tiongkok, Eropa dan Amerika Serikat. Edisi Australia turnamen akan diselenggarakan di Melbourne Cricket Ground pada 18, 21 dan 24 Juli mendatang dan menampilkan tiga tim. Real Madrid adalah klub pertama yang mengumumkan keterlibatan mereka, sedangkan Manchester City dan Roma kemudian mengikuti langkah klub Spanyol tersebut.

Untuk edisi Tiongkok juga ada tiga tim yang menjajal rumput Shenzhen, Guangzhou dan Shanghai. Mereka adalah duo klub kota Milan, AC Milan dan Internazionale plus Real Madrid.

Sementara itu, Amerika Serikat akan menampilkan 10 tim tetapi beberapa pertandingan akan dimainkan di luar Amerika Serikat yakni di Meksiko, Kanada, Italia dan Inggris. Mereka adalah Chelsea, Manchester United, Paris Saint-Germain, Fiorentina, America, Benfica, Barcelona, LA Galaxy, New York Red Bulls dan San Jose Earthquakes.

Apakah dari kesemua Top Team di atas ada klub favorit anda? Kalau saya menjagokan Klub Italia yang akan datang ke Indonesia AS Roma, yang menurut rilis jadwal akan bersua dengan Klub besar Real Madrid. Tentunya ini hiburan berkelas sebelum musim baru tiba.

Setelah searching jadwal bola, dari sumber website bola ligaolahraga, akhirnya saya dapat info pekan ini bukan hanya jadwal ICC 2015, tetapi tayang juga Piala Emas (Gold Cup) yaitu perhelatan Negara Amerika Utara / Zona Concacaf, Amerika Serikat dan Meksiko diantaranya. Jadwal bola hari ini kamis 16 Juli 2015 seperti yang dirilis ligaolahraga adalah sebagai berikut:

05:00 Gold Cup Kuba vs Guatemala Festival Orange TV
07:30 Gold Cup Meksiko vs Trinidad & Tobago Festival Orange TV

Sedangkan jadwal ICC 2015 yang mempertemukan Real Madrid vs AS Roma dihelat tanggal 18 Juli 2015, dihari yang sama ada Manchester United vs Klub America dan ditayangkan secara live di Indosiar. Untuk jadwal lengkap bisa klik jadwal bola TV pekan ini.

Finally pulang sholat Ied, kita bisa sambil silaturrahim dan sekalian bisa nonton bareng sambil makan opor ayam dan ketupat sayur. Finally bersyukur kita masih disuguhi Hiburan Sepakbola di Hari Raya Iedul Fitri ditengah kisruh Sepakbola Indonesia. Semoga di hari yang fitri bapak-bapak di PSSI dan Menpora bisa duduk dan berdamai,amin.

 

 

 

Read More

5 Tips Lebaran Hemat Agar Kantong Tak Jebol

Suasana Lebaran Bersama Nenek di Kampung
Bersama Nenek di Kampung, suasana Lebaran Tahun 2014

Lebaran sebentar lagi, lebaran sebentar lagi…

Sebagian besar umat Muslim yang akan merayakan Lebaran Idul Fitri 1436 H menganggap kurang afdhol jika tak menambah full koleksi almari pakaian mereka dengan busana khas muslim yang wah nan baru. Saya pun tak ketinggalan bersama keluarga menyambangi stand brand fashion muslim favorit Rabbani. Bagai suatu keharusan padahal tak ada satu pun haditsnya, khususnya 10 hari terakhir jadi ajang kumpul masyarakat di mall, butik atau toko fashion lainnya. Inilah yang namanya tradisi, tetapi kita harus bijak agar Lebaran tahun ini tak membuat jebol isi kantong. Bukankah yang utama di hari Ied nanti adalah predikat taqwa dan bersihnya diri bagai bayi yang baru lahir?

Alhamdulillah lebaran tahun ini kami masih dapat rejeki THR (Tunjangan Hari Raya) sekali gaji dari perusahaan tempatku bekerja. Saya punya keluarga kecil dengan 1 anak dan 1 istri, selain itu orang tua dan mertua masih hidup, mereka inilah target utama yang saya harus saya bahagiakan melalui THR ini. Selain itu bulan Ramadhan juga mengajarkan kita untuk berbagi ke sesama, sehingga harus ada pos nya, buka bersama teman juga salah satu rutinitas harus masuk prioritas. Karena ini sudah tahun ke tiga, pengalaman tahun-tahun sebelumnya menjadi pengalaman dalam memanage keuangan keluarga.

Nah bagaiman cara saya menyambut lebaran tanpa harus menjebol isi kantong?

First, Senantiasa berdo’a kepada Yang Maha Kaya agar rezeki saya selalu dilancarkan dan diberkahi. Sholat dhuha adalah ritual yang sangat jempolan dalam meminta keran rezeki dari Tuhan, ini harus di manfaatkan agar keranjang rezeki selalu terpenuhi. Dengan bismillah dan do’a insya Allah segalanya dicukupkan.

Second, Senantiasa bersyukur atas nikmat yang telah diberikan. Bukankah dengan bersyukur nikmat akan semakin ditambah, sebaliknya ketika kufur nikmat hanya murka Allah yang kita dapatkan. Bentuk kesyukuran saya adalah berbagi, kepada istri dan anak adalah yang utama. Berikutnya Orang tua, mertua serta panti asuhan, mesjid, dan saudara yang membutuhkan dalam bentuk zakat dan sedekah. Agar kantong tidak jebol cara kedua ini dijamin Allah membuka keran rezeki. Tentunya semampu dana yang ada, bukan nominal yang utama tetapi keikhlasan nan berkah yang jadi niat berbagi.

third, Mengatur pengeluaran sesuai porsinya. Untuk belanja saya, istri dan anak dapat porsi 30% dari total dana THR. Untuk orang tua dan mertua dapat porsi 20%, zakat, infak dan sedekah 20%, cost mudik 10% dan saving 20%. Hitungan ini yang menjadi acuan saya 2 tahun terakhir dan alhamdulillah bisa direalisasikan tanpa harus ngutang sana-sini, bahkan masih bersisa untuk bekal kehidupan keluarga kecil saya.  Untuk saving saya yang 20 %, pilihan saya jatuh ke reksadana, bukan menabung di tabungan biasa.  Bagi anda yang mau tau lebih tentang reksadana anda bisa belajar berinvestasi reksadana disini. Mungkin ada yang bertanya bagaimana dengan cicilan dan asuransi? Itu dicover dari penghasilan bulanan saya, bukan dari THR karena THR just only for Lebaran,right?

fourth, Jaga Mata, Jaga Nafsu. Lewat iklan yang menggoda nafsu belanja lewat media TV or socmed, jangan sampai membuat kita gelap mata. Puasa memang menjaga segala nafsu, salah satunya nafsu belanja. Kalau menengok media belanja online yang semakin menggurita atau jalan-jalan ke mall dengan tawaran diskon gede (padahal harganya sudah diupgrade,hehe), pasti membuat tangan ini begitu bernafsu menggesek kartu debit maupun kartu kredit. Bijaklah dalam menggunakan kartu belanja utamanya kartu kredit, pastikan akal sehat masih menguasai nafsu belanja kita. Sebagai panduan finansial, kita bisa melihat produk di Cermati yang bisa membantu kita dalam melakukan resolusi lebaran. Kita bisa mendapatkan info keuangan yang terupdate, tips finansial serta perencanaan yang baik dalam membelanjakan dana THR sebaik mungkin.

fifth, Persiapkan mudik seoptimal mungkin.Karena saya mudik by darat dan menggunakan kendaraan sendiri, hal ini sangat penting agar perjalanan mudik nanti nyaman dan lancar. Seminggu sebelumnya mobil biasanya saya cek secara umum, kalau ada abnormalitas segera menuju bengkel resmi agar segera di repair. Nah bagi anda yang mau lebih hemat, ada cara mudik murah kok bahkan gratis. Mau? Silahkan klik  5 tips mudik gratis buat anda.

Demikianlah 5 tips berlebaran agar kantong tak jebol, semoga bermanfaat buat kita semua. Mari memanfaatkan sisa hari Ramadhan sebaik mungkin dan akhirnya kita keluar di hari raya dengan menjadi Pemenang. Allahu Akbar Walillahilhamdu.

 

Read More