Creating and Editing Excel Formulas

An Excel spreadsheet is simply a collection of cells that you can use to enter data. Each cell is given a name based on its position in the spreadsheet. The top-leftmost cell is called cell A1. It’s the cell located in column A, row 1. When you enter a value in cell A1 (for example, the number 5), that cell’s value becomes 5. If you enter the number 10 in cell B1, that cell’s value becomes 10. You can use then use these values in a formula.

For instance, you can click cell C1 and begin typing =A1+B1, as shown in Figure 1.1. Note how you can see your formula in both the cell you’re typing in and the Formula Bar above the column headings.

basic formula of excel
basic formula of excel

Figure 1-1: Entering a basic formula.

After you press the Enter key on your keyboard, Excel recognizes what you’re asking and performs the calculation that gives you the result of 15 (5+10 = 15).

The reason Excel recognizes that you were entering a formula and not just another value is the equal sign (=). Entering the equal sign followed by other values tells Excel that you’re starting a formula. In this example, we used what are known as cell references (A1 and B1). These cell references are just one of the types of values that you can use in your formulas.

Excel formulas accept the following types of values:

 

  • Constants: You can use hard-coded numbers directly in a formula. For example, you can enter =5+10 directly into a cell to get the answer 15.
  • Operators: These include symbols that perform addition (+), symbols that perform multiplication (*), symbols that compare values (>), and symbols that join values together (&). For example, entering =15>10 into a cell returns TRUE as the result because 15 is indeed greater than 10.
  • Cell references: These include any value that points back to a single cell or range of cells. As you’ve already seen, entering =A1+B1 in a cell tells Excel to use the values in those two cells in the formula.
  • Text strings: Any text string can be used as an argument in a formula as long as it’s wrapped in quotation marks. For example, entering =“Microsoft”&”Excel” in any cell results in the joined text Microsoft Excel.

Methods for entering formulas

You have several ways to actually enter a formula into a cell:

 

  • Enter the formula directly into a cell: Simply click a cell, begin typing your formula, and then press the Enter key on your keyboard.
  • Enter the formula into the Formula Bar: Click inside the Formula Bar found above the column headers, type your formula, and then press the Enter key on your keyboard.
  • Enter the formula using the mouse: If your formula involves cell references, you can use the mouse to help reduce the amount of typing you need to do. For instance, instead of typing =A1+B1, you can type the equal symbol, use your mouse to click cell A1, type the plus symbol, use the mouse to click cell B1, and then press the Enter key.
  • Enter the formula using the arrow keys: If your formula involves cell references, you can use the arrow keys on your keyboard to help reduce the amount of typing you need to do. For instance, instead of typing =A1+B1, you can type the equal symbol, use the arrow keys on your keyboard to move the cursor to cell A1, type the plus (+) symbol, use the arrow keys on your keyboard to move the cursor to cell B1, and then press the Enter key.

Editing a formula

If you find that you need to edit a formula, you can do so in three ways:

  • Edit directly in the Formula Bar: Select the cell that contains your formula, go up to the Formula Bar, and start editing the formula there.
  • Double-click the formula cell: You can edit the formula directly in the cell it’s in by double-clicking the cell. Double-clicking the cell gets you into Edit mode, where you can edit the formula as needed.
  • Press F2: Select the cell that contains your formula and then press F2 on your keyboard to get into Edit mode. As stated previously, you can then edit the formula as needed.

 

Read More

Bagaimana Mematikan AutoPlay Video Facebook

“Saat ini kuota data saya kok sering berkurang cepat ya, ” mungkin anda pun mengalaminya. Setelah usut punya usut ternyata yang membuat kuota data internet smart phone dan note book saya adalah fitur auto play video di timeline facebook saya. Apalagi jika tiba-tiba anak saya membuka-buka timeline saya, scroll ke bawah semua video akan terputar secara otomatis dan tentunya akan menguras kuota data internet saya.

Nah, akhirnya saya mulai mengutak-atik akun facebook saya. Ternyata langkahnya sangat mudah rekan-rekan.

First, Open Settings…

Cara Menghilangkan Fitur Auto Play Video FB
Cara Menghilangkan Fitur Auto Play Video FB

Setelah anda klik settings, sorot sebelah kiri menu Videos seperti penampakan di bawah ini;

Cara Menghilangkan Fitur Auto Play Video Facebook
Cara Menghilangkan Fitur Auto Play Video Facebook

Setelah anda ubah menjadi off, secara otomatis video yang ada di timeline anda tidak akan terputar secara otomatis lagi sehingga kuota data anda tidak lekas habis. Semoga manfaat….

Read More

5 Tips Lebaran Hemat Agar Kantong Tak Jebol

Suasana Lebaran Bersama Nenek di Kampung
Bersama Nenek di Kampung, suasana Lebaran Tahun 2014

Lebaran sebentar lagi, lebaran sebentar lagi…

Sebagian besar umat Muslim yang akan merayakan Lebaran Idul Fitri 1436 H menganggap kurang afdhol jika tak menambah full koleksi almari pakaian mereka dengan busana khas muslim yang wah nan baru. Saya pun tak ketinggalan bersama keluarga menyambangi stand brand fashion muslim favorit Rabbani. Bagai suatu keharusan padahal tak ada satu pun haditsnya, khususnya 10 hari terakhir jadi ajang kumpul masyarakat di mall, butik atau toko fashion lainnya. Inilah yang namanya tradisi, tetapi kita harus bijak agar Lebaran tahun ini tak membuat jebol isi kantong. Bukankah yang utama di hari Ied nanti adalah predikat taqwa dan bersihnya diri bagai bayi yang baru lahir?

Alhamdulillah lebaran tahun ini kami masih dapat rejeki THR (Tunjangan Hari Raya) sekali gaji dari perusahaan tempatku bekerja. Saya punya keluarga kecil dengan 1 anak dan 1 istri, selain itu orang tua dan mertua masih hidup, mereka inilah target utama yang saya harus saya bahagiakan melalui THR ini. Selain itu bulan Ramadhan juga mengajarkan kita untuk berbagi ke sesama, sehingga harus ada pos nya, buka bersama teman juga salah satu rutinitas harus masuk prioritas. Karena ini sudah tahun ke tiga, pengalaman tahun-tahun sebelumnya menjadi pengalaman dalam memanage keuangan keluarga.

Nah bagaiman cara saya menyambut lebaran tanpa harus menjebol isi kantong?

First, Senantiasa berdo’a kepada Yang Maha Kaya agar rezeki saya selalu dilancarkan dan diberkahi. Sholat dhuha adalah ritual yang sangat jempolan dalam meminta keran rezeki dari Tuhan, ini harus di manfaatkan agar keranjang rezeki selalu terpenuhi. Dengan bismillah dan do’a insya Allah segalanya dicukupkan.

Second, Senantiasa bersyukur atas nikmat yang telah diberikan. Bukankah dengan bersyukur nikmat akan semakin ditambah, sebaliknya ketika kufur nikmat hanya murka Allah yang kita dapatkan. Bentuk kesyukuran saya adalah berbagi, kepada istri dan anak adalah yang utama. Berikutnya Orang tua, mertua serta panti asuhan, mesjid, dan saudara yang membutuhkan dalam bentuk zakat dan sedekah. Agar kantong tidak jebol cara kedua ini dijamin Allah membuka keran rezeki. Tentunya semampu dana yang ada, bukan nominal yang utama tetapi keikhlasan nan berkah yang jadi niat berbagi.

third, Mengatur pengeluaran sesuai porsinya. Untuk belanja saya, istri dan anak dapat porsi 30% dari total dana THR. Untuk orang tua dan mertua dapat porsi 20%, zakat, infak dan sedekah 20%, cost mudik 10% dan saving 20%. Hitungan ini yang menjadi acuan saya 2 tahun terakhir dan alhamdulillah bisa direalisasikan tanpa harus ngutang sana-sini, bahkan masih bersisa untuk bekal kehidupan keluarga kecil saya.  Untuk saving saya yang 20 %, pilihan saya jatuh ke reksadana, bukan menabung di tabungan biasa.  Bagi anda yang mau tau lebih tentang reksadana anda bisa belajar berinvestasi reksadana disini. Mungkin ada yang bertanya bagaimana dengan cicilan dan asuransi? Itu dicover dari penghasilan bulanan saya, bukan dari THR karena THR just only for Lebaran,right?

fourth, Jaga Mata, Jaga Nafsu. Lewat iklan yang menggoda nafsu belanja lewat media TV or socmed, jangan sampai membuat kita gelap mata. Puasa memang menjaga segala nafsu, salah satunya nafsu belanja. Kalau menengok media belanja online yang semakin menggurita atau jalan-jalan ke mall dengan tawaran diskon gede (padahal harganya sudah diupgrade,hehe), pasti membuat tangan ini begitu bernafsu menggesek kartu debit maupun kartu kredit. Bijaklah dalam menggunakan kartu belanja utamanya kartu kredit, pastikan akal sehat masih menguasai nafsu belanja kita. Sebagai panduan finansial, kita bisa melihat produk di Cermati yang bisa membantu kita dalam melakukan resolusi lebaran. Kita bisa mendapatkan info keuangan yang terupdate, tips finansial serta perencanaan yang baik dalam membelanjakan dana THR sebaik mungkin.

fifth, Persiapkan mudik seoptimal mungkin.Karena saya mudik by darat dan menggunakan kendaraan sendiri, hal ini sangat penting agar perjalanan mudik nanti nyaman dan lancar. Seminggu sebelumnya mobil biasanya saya cek secara umum, kalau ada abnormalitas segera menuju bengkel resmi agar segera di repair. Nah bagi anda yang mau lebih hemat, ada cara mudik murah kok bahkan gratis. Mau? Silahkan klik  5 tips mudik gratis buat anda.

Demikianlah 5 tips berlebaran agar kantong tak jebol, semoga bermanfaat buat kita semua. Mari memanfaatkan sisa hari Ramadhan sebaik mungkin dan akhirnya kita keluar di hari raya dengan menjadi Pemenang. Allahu Akbar Walillahilhamdu.

 

Read More

Sudah Berapa Banyak Industri Nasional Yang Memanfaatkan Teknologi Robot?

Dengan semakin pesatnya kemajuan teknologi sekarang ini, sudah banyak manusia yang menggunakan teknologi robot dalam kehidupan sehari-harinya. Begitu juga didalam dunia industri terutama didalam industri  otomotif, banyak yang menggunakan teknologi robot untuk proses produksi industri. Dengan menggunakan teknologi robot, industri bisa mengefisiensikan tenaga kerja sehingga industri bisa menghemat dalam penggunaan tenaga kerja. Pengertian robot adalah sebuah manipulator yang dapat diprogram ulang untuk memindahkan tool, material atau peralatan tertentu dengan berbagai program pergerakan untuk berbagai tugas dan juga mengendalikan serta mensinkronkan peralatan dengan pekerjaannya.

Robot industri yang umumnya digunakan yaitu robot lengan yang digunakan untuk memindahkan barang dari konveyor yang satu ke konveyor yang satunya.
Saya pribadi masih sangat buta akan ilmu robotica ini, tetapi selalu memimpikan suatu hari banyak aktifitas pabrik yang memanfaatkan teknologi ini, atau bahkan ada rekan yang berinovasi dengan aplikasi ini.

 

Contoh aplikasi penggunaan Robot Arm
Contoh aplikasi penggunaan Robot Arm

Waktu zaman kuliah dulu penulis sempat mempelajari basic dari teknologi robot ini. Sistem pada robot memiliki tiga komponen dasar yaitu : Manipulator, kontroler, dan Power supply(daya).  Selain itu ada yang disebut Efektor sering ditemukan pada beberapa sistem robot, tetapi sifatnya tidak harus ada pada sistem robot.

Manipulator merupakan lengan yang memberikan gerakan robot untuk memutar, melipat, dan menjangkau objek dalam kondisi apapun. Gerakan ini disebut dengan derajat kebebasan robot atau jumlah sumbu yang ada pada robot. manipulator terdiri dari beberapa segmen dan sambungan (joint).

Kontroler merupakan jantung dari sistem robot sehingga keberadaanya sangat penting. Kontroler menyimpan informasi yang berkaitan dengan data-data robot. Dalam hal ini, semua data gerakan robot telah diprogram sebelumnya. Kontroler berfungsi untuk mengontrol pergerakan dari manipulator. Kontroler sendiri diatur oleh sebuah informasi atau program yang diisi dengan menggunakan bahasa pemrograman tertentu. Informasi tersebut kemudian disimpan didalam memori. Kemudian data dalam memori dapat dikeluarkan atau diubah sesuai dengan yang diperlukan.

Power supply (daya) adalah sebuah unit yang menyediakan tenaga pada kontroler dan manipulator sehingga dapat berfungsi dan bekerja dengan baik. Power supply dalam suatu sistem robot dibagi menjadi dua bagian, yaitu bagian untuk kontroler dan bagian untuk  manipulator. Bagian kontroler menggunakan elektrik sedangkan bagian manipulator bisa menggunakan elektrik, pneumatik, dan hidrolik.

Efektor dapat ditemukan hampir semua aplikasi robot, walaupun keadaannya bukan merupakan komponen dasar dari sistem robot. Efektor berfungsi sebagai bagian terakhir yang menghubungkan manipulator dengan objek. Sebagai contoh efektor dapat berupa peralatan las, penyemprot cat ataupun hanya berupa penjepit objek.

Berarti cara kerja suatu robot agar dapat melakukan pekerjaan adalah yang pertama kali dengan memanfaatkan manipulator dalam memberikan gerakan pada robot untuk memutar, melipat, dll. Kemudian kontroler yang bersifat sebagai jantung sistem robot berfungsi untuk mengontrol pergerakan dari manipulator dan menyimpan informasi tiap kali manipulator bergerak. Agar kedua komponen tersebut dapat berjalan, komponen tersebut membutuhkan suatu tenaga listrik yang dapat kita ambil dari power supply.

APLIKASI ROBOT

Nah di dalam proses operasional plant kita apa saja yang cocok sebagai aplikatif robot? Mungkin gambar yang saya sertakan mewakili dari begitu banyak aplikasi dari robot industri ini. Penggunaannya pasti ada pro kontra nya.

Read More

Lebih Dekat Dengan SMK3

Sebuah Perusahaan besar biasanya telah bersertifikat SMK3, apa sih SMK3 itu. Kali ini saya ingin sedikit berbagi tentangnya. SMK3 adalah sistem manajemen perusahaan secara keseluruhan dalam rangka pengendalian risiko yang berkaitan dengan kegiatan perusahaan guna terciptanya tempat kerja yang aman, efisien dan produktif. SMK3 dilaksanakan oleh pengusaha/pengurus perusahaan.

Tujuan penerapan SMK3:

  1. Meningkatkan efektivitas perlindungan K3 [Kesehatan dan Keselamatan Kerja] yang terencana terukur terstruktur dan terintegrasi
  2. Mencegah dan mengurangi kecelakaan kerja dan PAK dengan melibatkan unsur manajemen, pekerja, dan/atau serikat pekerja
  3. Menciptakan tempat kerja aman, nyaman, dan efisien untuk mendorong produktivitas.

Perusahaan yang wajib menerapkan SMK3:

  1. Mempekerjakan paling sedikit 100 orang tenaga kerja, atau
  2. Mempunyai tingkat potensi bahaya tinggi

Perusahaan tempat saya bekerja selalu mengingatkan dan mensosialisasikan tentang SMK3 ini, bagaimana di tempat kerja anda? Jika memenuhi 2 persyaratan tersebut, Perusahaan anda wajib menerapkan SMK3 dan bakal ada sanksi tegas jika tidak mematuhinya. Baiklah kita lanjutkan, SMK3 meliputi hal-hal apa sih:

1. Penetapan Kebijakan K3

Pengusaha harus menyebarluaskan kebijakan K3 yang telah ditetapkan kepada seluruh pekerja. Dalam penyusunan kebijakan K3, pengusaha paling sedikit harus:

  1. Melakukan tinjauan awal kondisi K3 yang meliputi
    1. Identifikasi potensi bahaya, penilaian, dan pengendalian risiko
    2. Perbandingan penerapan K3 dengan perusahaan dan sektor lain yang lebih baik
    3. Peninjauan sebab akibat kejadian yang membahayakan
    4. Kompensasi dan gangguan serta hasil penilaian sebelumnya yang berkaitan dengan keselamatan
    5. Penilaian efisiensi dan efektivitas sumber daya yang disediakan
    6. Memperhatikan peningkatan kinerja manajemen K3 secara terus menerus
    7. Memperhatikan masukan dari pekerja atau serikat pekerja
    8. Kebijakan K3 paling sedikit harus memuat:
      1.  Visi
      2. Tujuan perusahaan
      3. Komitmen dan tekad melaksanakan kebijakan
      4. Kerangka dan program kerja yang mencangkup kegiatan perushaaan secara menyeluruh yang bersifat umum dan/atau operasional

2. Perencanaan K3

Perencanaan K3 dimaksudkan untuk menghasilkan rencana K3. Rencana K3  ini disusun dan ditetapkan oleh pengusaha dengan mengacu pada kebijakan K3 yang telah ditetapkan. Dalam menyusun rencana K3 harus melibatkan Ahli K3, Panitia Pembina K3, wakil pekerja, dan pihak lain yang terkait di perusahaan. Dalam penyusunan rencana K3, pengusaha harus mempertimbangkan:

  1. Hasil penelaahan awal
  2. Identifikasi potensi bahaya, penilaian, dan pengendalian risiko
  3. Peraturan perundang-undangan dan persyaratan lainnya
  4. Sumber daya yang dimiliki

Rencana K3 paling sedikit memuat :

  1. Tujuan dan sasaran
  2. Skala prioritas
  3. Upaya pengendalian bahaya
  4. Penetapan sumber daya
  5. Jangka waktu pelaksanaan
  6. Indikator pencapaian
  7. Sistem pertanggungjawaban

3. Pelaksanaan Rencana K3

Berdasarkan rencana K3 yang telah ditetapkan, dalam pelaksanaannya pengusaha didukung oleh SDM di bidang K3, sarana dan prasarana. SDM yang dimaksud harus memiliki:

  1. Kompetensi kerja yang dibuktikan dengan sertifikat
  2. Kewenangan di bidang K3 yang dibuktikan dengan ijin kerja dan/atau surat penunjukan dari instansi yang berwenang

Sarana dan prasana yang dimaksud minimal harus terdiri :

  1. Organisasi atau unit yang bertanggungjawab di bidang K3
  2. Anggaran yang memadai
  3. Prosedur operasi/kerja, informasi, dan pelaporan serta pendokumentasian
  4. Instruksi kerja

Syarat minimal kegiatan pelaksanaan rencana K3 harus meliputi:

  1. Tindakan pengendalian
  2. Perancangan dan rekayasa
  3. Prosedur dan instruksi kerja
  4. Penyerahan sebagian pelaksanaan pekerjaan
  5. Pembelian/pengadaan barang dan jasa
  6. Produk akhir
  7. Upaya menghadapi keadaan darurat kecelakaan dan bencana industri serta rencana pemulihan keadaan darurat (dilaksanakan berdasarkan potensi bahaya, investigasi, dan analisa kegiatan)

Pelaksanaan rencana K3 berdasarkan identifikasi bahaya, penilaian, dan pengendalian risiko (untuk poin 1-6)

Pelaksaanaan kegiatan oleh pengusaha harus:

  1. Menunjuk SDM yang berkompeten dan berwenang di bidang K3.
  2. Melibatkan seluruh pekerja
  3. Membuat petunjuk K3 yang harus dipatuhi oleh semua penghuni perusahaan
  4. Membuat prosedur informasi yang harus dikomunikasikan ke semua pihak dalam perusahaan dan pihak luar yang terkait
  5. Membuat prosedur pelaporan yang terdiri:
    1. Terjadinya kecelakaan di tempat kerja
    2. Ketidaksesuaian dengan peraturan perundang-undangan dan/atau standar
    3. Kinerja K3
    4. Identifikasi sumber bahaya
    5. Dokumen lain yang diwajibkan berdasarkan peraturan perundang-undangan
    6. Mendokumentasikan seluruh kegiatan yang dilakukan terhadap:
      1. Peraturan perundang-undangan dan standar di bidang K3
      2. Indikator kinerja K3
      3. Izin kerja
      4. Hasil identifikasi, penilaian, dan pengendalian risiko
      5. Kegiatan pelatihan K3
      6. Kegiatan inspeksi, kalibrasi, dan pemeliharan
      7. Catatan pemantauan data
      8. Hasil pengkajian kecelakaan di tempat kerja dan tindak lanjut
      9. Identifikasi produk terhadap komposisinya
      10. Informasi pemasok dan kontraktor
      11. Audit dan peninjauan ulang SMK3

Audit SMK3 adalah pemeriksaan secara sistematis dan independen terhadap pemenuhan kriteria yang telah ditetapkan untuk mengukur suatu hasil kegiatan yang telah direncanakan dan dilaksanakan dalam penerapan SMK3 di perusahaan.

 4. Pemantauan dan Evaluasi Kinerja K3

Kegiatannya melalui pemeriksaan, pengujian, pengukuran, dan audit internal SMK3 dilakukan oleh SDM yang kompeten, jika tidak memiliki SDM yang kompeten dapat menggunakan jasa pihak lain. Hasil pemantauan dan evaluasi kinerja K3 dilaporkan kepada pengusaha dan digunakan untuk melakukan tindakan perbaikan yang dilakukan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan

 

5. Peninjauan dan Peningkatan Kinerja SMK3

Fungsinya untuk menjamin kesesuaian dan efektivitas penerapan SMK3 yang dilakukan terhadap kebijakan, perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, dan evaluasi untuk melakukan perbaikan dan peningkatan kinerja dalam hal:

  1. Terjadi perubahan peraturan perundang-undangan
  2. Adanya tuntutan dari pihak yang terkait dan pasar
  3. Adanya perubahan produk dan kegiatan perusahaan
  4. Terjadi perubahan struktur organisasi
  5. Adanya perkembangan IPTEK, termasuk epidemiologi
  6. Adanya hasil kajian kecelakaan di tempat kerja
  7. Adanya pelaporan
  8. Adanya masukan dari pekerja

 

Penilaian SMK3

Penilaian dilakukan oleh lembaga audit independen yang ditunjuk oleh menteri atas permohonan perusahaan. Perusahaan wajib melakukan penilaian penerapan SMK3 sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Penilaian dapat dilakukan melalui Audit SMK3, yang meliputi:

  1. Pembangunan dan terjaminnya pelaksanaan komitmen
  2. Pembuatan dan pendokumentasian rencana K3
  3. Pengendalian perancangan dan peninjauan kontrak
  4. Pengendalian dokumen
  5. Pembelian dan pengendalian produk
  6. Keamanan bekerja berdasarkan SMK3
  7. Standar pemantauan
  8. Pelaporan dan perbaikan kekurangan
  9. Pengelolaan material dan perpindahannya
  10. Pengumpulan dan penggunaan data
  11. Pemeriksaan SMK3
  12. Pengembangan keterampilan dan kemampuan

Hasil audit dilaporkan kepada menteri dengan tembusan disampaikan kepada menteri pembina sektor usaha, gubernur, dan bupati /walikota sebagai bahan pertimbangan dalam upaya peningkatan SMK3.

Penilaian penerapan SMK3 terdiri dari tiga tingkatan:

  1. Penilaian tingkat awal, terhadap 64 kriteria dari checklist audit SMK3
  2. Penilaian tingkat transisi, terhadap 122 kriteria dari checklist audit SMK3
  3. Penilaian tingkat lanjutan, terhadap 166 kriteria dari checklist audit SMK3

Dari masing-masing tingkat penilaian memiliki tingkat pencapaian penerapan SMK3 sebagai berikut:

  1. 0-59%, artinya tingkat penilaian penerapan kurang
  2. 60-84%, artinya tingkat penilaian penerapan baik
  3. 85-100%, artinya tingkat penilaian penerapan memuaskan

Selain itu, tingkat pencapaian penerapan SMK3 menurut sifatnya dibagi 3, terdiri dari:

  1. Kategori kritikal, temuan yang menyebabkan kematian
  2. Kategori mayor, yaitu tidak memenuhi ketentuan undang-undang, tidak melaksanakan salah satu prinsip SMK3, dan terdapat temuan minor untuk satu kriteria audit di beberapa lokasi
  3. Kategori minor, yaitu ketidakkonsistenan dalam  pemenuhan persyaratan peraturan undang-undang, standar, pedoman, dan acuan lainnya.

Jika penilaian perusahaan termasuk kategori kritikal atau mayor maka dinilai belum berhasil menerapkan SMK3

Pengawasan SMK3

Pengawasan dilakukan oleh pengawas ketenagakerjaan pusa, provinsi, dan/atau kabupaten/kota sesuai dengan kewenangannya yang meliputi:

  1. Pembangunan dan terjaminnya pelaksanaan komitmen
  2. Organisasi
  3. SDM
  4. Pelaksanaan peraturan perundang-undangan bidang K3
  5. Keamanan bekerja
  6. Pemeriksaan, pengujian, dan pengukuran penerapan SMK3
  7. Pengendalian keadaan darurat dan bahaya industri
  8. Pelaporan dan perbaikan kekurangan
  9. Tindak lanjut audit

Nah, di atas sudah cukup panjang lebar literatur tentang SMK3. Apakah perusahaan anda tempat bekerja sudah menerapkan hal tersebut di atas? Jika ya, berarti anda bersyukur telah bekerja di tempat yang mengutamakan aspek keselamatan dan manajemen yang baik. Intinya keselamatan adalah hal yang utama. Perusahaan harus minimal membuat standar SMK3 dalam operasionalnya. Silahkan di share jika manfaat.

Read More