Argentina Sang Juara Tanpa Mahkota

 

Lets' Turn It Up Argentina
Lets’ Turn It Up Argentina

Final Copa America 2015 telah selesai dihelat, jawara baru pun muncul tatkala tuan rumah Chile mengalahkan favorit juara Argentina dalam babak tos-tosan. Itulah berita bola pagi ini yang menghiasi media cetak dan elektronik. Drama adu pinalti yang bagi saya sebagai penikmat sepakbola adalah kejam. Tuhan mungkin memang menakdirkan 2 tahun terakhir ini Argentina hanya finish sebagai finalis edisi World Cup Brazil dan Copa America Chile.

Melihat rekam jejak Argentina di dua edisi kejuaraan bergengsi itu pasti pandangan kita tak lepas dari sang kapten Lionel Messi, seorang pemain peraih segala-galanya di level klub, tetapi belum meraih satu trofi pun untuk negaranya di level senior. Mungkin banyak orang yang masih meragukan kapasitas seorang Messi apakah dia adalah legenda?Pemain terbaik? Pasti banyak yang membandingkan dengan pendahulunya Maradona atau mungkin Pele yang telah memenangkan Piala Dunia dan Piala Copa Amerika. Messi dan Argentina sekali lagi not bad karena menjadi finalis kejuaraan besar itu luar biasa dan hanya kalah oleh satu tim yaitu Juaranya itu sendiri. Jerman berhasil keluar sebagai juara hanya dengan 1 gol telat dan Chile menang tanpa 1 gol pun hingga additional time berakhir. Yaa saya pun kecewa, kenapa Tim besar yang bertabur bintang ini gagal di Final, itulah drama sepakbola yang membuat jantung berdebar hingga hasil akhir diperoleh. Bahkan pemain bintangnya Javier Mascherano pun bingung 3 kali mengantarkan negaranya di final Copa, 3 kali pula gagal, hingga menyebut problem karma buruk yang menjadi penyebab.

Argentina adalah Tim juara, tetaplah juara karena diisi pemain-pemain label juara, mulai barisan belakang, tengah hingga depan. Siapa yang menyangsikan kehebatan Aguero, Di Maria, Lavezzi, Pastore hingga Otamendi. Mereka telah merasakan juara masing-masing diklubnya, bermain gemilang dari babak penyisinha hingga di semifinal menggebuk finalis Copa edisi 2011 Paraguay 6 gol. Sekali lagi Argentina tetaplah Tim Juara yang sayang sekali di satu tahun terakhir ini masih tanpa mahkota. Sepakbola mengajarkan kita seorang Juara tak mesti dengan mahkota, permainan indah dan semangat pantang menyerah lebih utama, walaupun yang dicatat sejarah adalah siapa juaranya. Disitulah letak ketidakadilannya jika Tim Argentina divonis gagal di Copa hanya gara-gara adu pinalti yang kita ketahui hanya nasib Tuhan yang diberikan ke sang Juara.

memang sungguh tragis Messi yang telah meraih 4 kali The Best Player on Earth belum sekalipun mengangkat trofi bersama negaranya Tim Tango. Tetapi saya percaya diumur 28 tahun masih cukup waktu untuk “Sang Juara”untuk membawa pulang mahkotanya. Saya percaya, Lavezzi pun percaya. Someday Messi akan menasbihkan dirinya memang terbaik dan layak berdiri sejajar dengan legenda kulit bundar seperti Pele, Maradona atau Daniel Pasarella. Semoga Piala Dunia Rusia 2018 adalah jawabannya. Tim ini dianugerahi talenta yang lebih dari cukup untuk membuktikan kapasitas Argentina sebagai Juara Sepakbola. Lavezzi pun yakin pemain berusia 28 tahun itu telah ditakdirkan untuk mencicipi sukses dengan negaranya. “Pada titik tertentu Lionel Messi akan memenangkan sesuatu dengan Argentina,” katanya kepada wartawan.

Tak lupa pula saya memberi selamat kepada tuan rumah Chile dengan trofi internasional pertama mereka, walaupun saya agak kecewa dengan sportifitas di babak 8 besar versus Uruguay (2 kartu merah untuk Uruguay). Selamat Alexis Sanches sang penentu juara, selamat Arturo Vidal yang juga “sang juara Serie A”, Selamat Vargaz dan selamat Claudio Bravo “Kiper Messi di Barca”. Selamat bersenang-senang dan rayakanlah kemenangan kalian. Untuk Tim Tango tetaplah tegak kepala kalian, yakinlah gelar juara akan datang setelah waktu ini. 20 tahun lebih menanti trofi, yakinlah Messi akan tetap menginspirasi untuk kembalinya mahkota World Cup atau pun Copa America. Bravo Sepakbola!!!

 

 

 

 

photo credit: May 21, 2013 at 10:12AM via photopin (license)

Read More

Miris, Prajurit Terbaik TNI Tewas Sia-Sia

Ilustrasi Kecelakaan Pesawat Menimpa Rumah
Ilustrasi Kecelakaan Pesawat Menimpa Rumah

Miris, mungkin itu kata yang keluar dari hati kita menyaksikan kecelakaan naas yang menimpa prajurit-prajurit muda TNI Angkatan Udara dan 101 warga sipil (keluarga TNI) yang ikut bersama dalam penerbangan tersebut. Walaupun hingga saat ini masih dalam penyelidikan penyebab kecelakaan pesawat Hercules C-130 produksi tahun 1964 tersebut, kita sudah bisa meraba-raba begitu tega bapak-bapak pemimpin Republik ini menyia-nyiakan Prajurit muda terbaik kita. Kapten Sandy Permana namanya, merupakan siswa terbaik Sekolah Komando Kesatuan Angkatan Udara Angkatan 97 yang menjadi pilot pesawat naas tersebut. Sandy yang berasal dari Skadron Udara 32 Wing 2 Lanud Abdulrachman Saleh, Malang memiliki prestasi yang lebih baik dibandingkan 73 siswa lainnya. Ia juga mendapatkan penghargaan yang diberikan langsung oleh Komandan Komando Pendidikan TNI Angkatan Udara (Dankodikau), Marsekal Muda TNI Ras Rendro Bowo.

Komandan Batalyon Komando 462 Paskhas TNI AU, Letkol Psk Solihin, menyatakan 10 orang anggotanya yang gugur dalam jatuhnya pesawat Hercules A-1310 di Kota Medan, Sumatera Utara, merupakan prajurit terbaik. Insiden itu adalah kehilangan yang sangat besar bagi kesatuannya. “Kami kehilangan prajurit terbaik, sempat terkejut saat awalnya mendapat informasi ini saya kira bukan kecelakaan fatal, tapi ternyata kecelakaan yang sangat fatal,” kata Letkol Psk Solihin kepada Antara di Markas Paskhas Pekanbaru, Rabu (1/7).

Dari ulasan berulang-ulang di TV, sebagai WNI hanya satu kata yang saya bisa utarakan “miris”. Sungguh ini kejadian yang kesekian kali pesawat milik TNI jatuh tanpa ada serangan asing alias jatuh sendiri. Tak salah ungkapan “kalau pesawat/helikopter Indonesia gak usah ditembak, ntar jatuh sendiri”. Sekali lagi kita masih menunggu penyelidikan yang berwewenang menentukan kecelakaan ini salah siapa dan disebabkan oleh apa. Tetapi bagi saya mengamati dari kacamata awam, penyebab kecelakaan Hercules ini gara-gara beberapa faktor diantaranya:

  1. Pesawat Hercules Sudah terlalu tua, layaknya dimuseumkan bukan diterbangkan. Menilik umur, siapapun ia secara jujur kendaraan sekrusial pesawat yang telah berumur lebih 50 tahun, tak  ada alasan untuk tetap dioperasikan, mau itu technically  masih baik atau tidak. Sebagai engineer semua device  ada masa obsolete dan lifetimenya. Semestinya ini peristiwa yang terakhir dan kita konsisten terhadap lifetime peralatan Alutsista kita. Bahkan data mengejutkan dari laman sindonews  bahwa 52% Alutsista TNI Beroperasi Lebih dari 30 Tahun.
  2. Kesalahan fatal dengan mengkomersilkan pesawat Hercules terhadap penumpang keluarga TNI. Setelah penelusuran berbagai pihak ternyata pesawat ini digunakan untuk mengangkut warga sipil dengan tetap menjual tiket walaupun kata petinggi TNI ada oknum yang melakukannya. Tetapi apapun alasannya ini adalah tindakan ilegal karena pesawat ini bukan pesawat komersil bahkan pesawat ini membawa amunisi yang rawan ledakan.
  3. Kebiasaan bodoh membeli pesawat dan alutsista lain yang “bekas”. Nah ini kebiasaan buruk yang entah dimulai dari pemerintahan siapa. Gara-gara mau dapat barang dengan kuantiti lebih banyak akhirnya nekad membeli barang second alias bekas, bahkan di negara asalnya sudah obsolete. Sekali lagi miris jika melihat bapak-bapak kita cenderung menafikan kualitas dibanding kuantitas.

Semestinya Panglima TNI bertanggung jawab penuh terhadap peristiwa ini. Kebiasaan baik di negara luar jika terjadi kesalahan fatal biasanya pejabat yang bersangkutan langsung mengundurkan diri, sayang sekali di negara ini masih sangat jarang terjadi, bahkan lebih parahnya jika tak ada penyesalan yang terjadi padahal itu sudah menjadi tanggung jawabnya. Bahkan sekelas Presiden pun tanggung jawab harus dipikul dan dipertanggungjawabkan di hari kemudian.

 

 

photo credit: War of the Worlds via photopin (license)

Read More

Mintalah Surga Firdaus

Jannatul Firdaus
Keindahan dan Kedamaian ada di Surga

12 Ramadhan 1436 H

Terkadang dengan umur yang semakin berkurang atau paruh baya sebagian dari kita belum menyadari apa hakekat hidup yang teramat singkat ini. Kesyukuran terbesar karena Tuhan masih menganugerahkan penghulu bulan Ramadhan yang menjadi bulan pembelajaran paling efektif bagi kita apa sebenarnya tujuan kita ditakdirkan Tuhan sebagai manusia. Semestinya diumur baligh, kita sudah faham apa sebenarnya hakekat dan ke arah mana hidup ini akan bermuara. Seyogyanya dari waktu ke waktu jiwa dan raga ini semakin dekat dengan ilahi Rabbi. Sayangnya semakin banyak yang salah arah bahkan diumur senja semestinya sudah merapat ke tempat ibadah, tapi sayangnya tersesat ke lembah nista, naudzubillah..

Bukankah hampir tiap waktu kita dipertontonkan berita kriminal orang tua yang sudah bau tanah melakukan tindakan korupsi, pencabulan, pemerkosaan dan tindakan nista lainnya, yang semuanya mudah ditemui di bumi Indonesia. Berarti semakin banyak yang salah arah, tak tau akhir cerita kehidupan ini kelak, begitulah kira-kira isi ceramah subuh pak ustad di kompleks saya. Lalu ke mana sebenarnya arah kehidupan kita sebenarnya?Siapa kita?Kampung halaman kita ada di mana. Berikut kiat-kiat menuju ke perjalanan hakiki kita menuju keabadian;

Dalam sebuah kesempatan di video youtube, Dr. Zakir Naik menjelaskan bahwa di antara banyak mahluk Allah semua menolak untuk menerima amanah sebagai Khalifah di muka bumi kecuali manusia. Iyya manusia, kita ini semua. Mengapa Tuhan memerintahkan Malaikat dan Syaithan menyembah kepada Adam? Karena jelas Adam dan keturunannya lebih baik dari kedua mahluk Tuhan tersebut. Malaikat hanya diberikan potensi keimanan dan ketaatan kepada Tuhan, tanpa ada nafsu untuk berbuat dosa, sehingga wajar Malaikat taat dan selalu patuh terhadap perintah The Almighty God Allah Azza Wa Jalla. Sedangkan manusia diberi 2 potensi sekaligus yaitu ketaatan dan nafsu menjalankan larangan Tuhan. Ketika manusia benar-benar patuh dan beriman maka akan jauh lebih mulia dari Malaikat, sedangkan sebaliknya jika berdosa dan bermaksiat akan jatuh serendah-rendahnya ke lubang neraka kelak.

So, Who are We?

Moyang kita Nabi Adam A.S memiliki kampung halaman yaitu di Jannah/Paradise. Sehingga siapapun anak cucu Adam semestinya tak berlebihan jika meminta kepada Tuhan Jannah tersebut. Sebagai orang yang beriman kita meyakini hidup ini bukan akhir, tetapi ujian sementara menuju ke alam keabadian, yang mana untuk menuju ke alam keabadian tersebut harus melewati pintu kematian dan alam kubur. Alam keabadian sudah sangat gamblang dijelaskan dalam kitab suci Al Qur’an dan Hadits hanya ada 2 yaitu surga yang penuh kenikmatan dan neraka yang penuh dengan penyiksaan. Apakah kita merasa anak cucu Adam? Berarti kita wajib meminta kepada Allah dalam setiap do’a kita Jannatul Firdaus. Itulah kampung halaman kita, namun Tuhan Allah memberikan ujian kehidupan kepada umatnya untuk menyeleksi siapa yang layak kembali ke kampung surga. Jika gagal, manusia tersebut pastinya akan menempati neraka dengan penuh penderitaan yang tiada tara.

Mungkin sabda Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam di bawah ini menjadi motivasi bagi kita untuk tidak ragu untuk memohon JannahNya,

” فَإِذَا سَأَلْتُمُ اللَّهَ فَاسْأَلُوهُ الْفِرْدَوْسَ، فَإِنَّهُ أَوْسَطُ الْجَنَّةِ، وَأَعْلَى الْجَنَّةِ…..

“Apabila kalian memohon kepada Allah, maka mohonlah surga Firdaus, karena ia adalah surga yang terletak paling tengah dan paling tinggi” [HR al-Bukhari: 2790]

Semoga Ramadhan ini menjadi momentum kita untuk merenung dan semakin memperbaiki diri jika apa yang kita lihat di dunia ini hanyalah kesenangan yang menipu, bukanlah keabadian kita. Memang ini tidak mudah, terkadang semenit iman masih membuncah di dada, namun semenit kemudian dengan godaan yang menyilaukan mata baik itu dari harta, tahta dan wanita, bisa menempatkan kita di lembah yang serendah-rendahnya. Kenikmatan iman salah satunya bisa diperoleh dengan keindahan lantunan ayat suci yang begitu mudah kita dengar dari mesjid ke mesjid. Ketika dengan pendekatan rukhiah telah dilakukan, jagalah keimanan itu, gigitlah dengan geraham keimanan itu, itulah keindahan surga dunia yang sesungguhnya. Hanya kepada Tuhan yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang kita berlindung, semoga bisa diwafatkan dalam keadaan iman dan islam, sehingga kita berhak pulang kampung ke kampung surga Jannatul Firdaus.

Wallahu a’lam bisshawab…

 

Credit picture to anitab0000 

Read More

Ogah Buat Dosa Karena Puasa

Ngabuburit Menunggu Saat Berbuka
Menunggu waktu Buka alias Ngabuburit rutin di bulan Ramadhan

Marhaban Ya Ramadhan…

Umat Islam di seluruh dunia patut bergembira dengan kedatangan tamu Ramadhan. Bagi saya Ramadhan sungguh suatu berkah yang teramat besar, finally ketemu lagi dengan bulan penyuci, bulan pembersih, bulan berbagi dan bulan pembelajar. Marhaban Ya Ramadhan, Selamat datang Ya Ramadhan.

Dalam bulan suci ini, identik dengan suatu ritual ibadah yang disebut shaum/fasting atau puasa. Puasa atau menahan sungguh punya manfaat yang begitu dahsyat dalam diri kepribadian kita. Di tinjau dari segi kesehatan, umat non muslim sendiri juga menjalankan walaupun dengan aturan main yang berbeda. Bagi saya pribadi puasa merupakan sarana tepat untuk bertaubat dan merefleksi diri agar bisa semakin baik dalam hal perbuatan / amalan sehari-hari. Momentum Ramadan adalah saat yang  paling tepat  bagi orang-orang yang beriman untuk memperbaiki kondisi dan nilai ketakwaannya kepada Allah SWT.

Puasa bagi saya pribadi memiliki manfaat utama yaitu penghalang dari berbuat dosa, dengan puasa ogah untuk berbuat dosa. Dosa pribadi kita sendiri yang mengetahui, namun dosa kecil seperti usil sama teman, bercanda kelewat batas, jahil, omongin kejelekan orang, berbohong agar cerita menjadi lucu dan dosa lainnya jadi ogah dilakukan dengan adanya puasa. Dari mulai imsak hingga waktu buka tiba rasanya diri ini ada yang selalu mengingatkan untuk tidak melakukan dosa-dosa kecil di atas, apatah lagi dosa besar. Perasaan yang muncul bahwa puasa kita akan sia-sia jika tetap melakukan dosa dan kemaksiatan tersebut.

Dalam bulan Ramadhan ini juga kita dianjurkan meningkatkan amalan baca Qur’an, sholat sunnah, dan juga sedekah. Hal yang semacam ini juga tentu mengkondisikan diri untuk menghadirkan nilai ilahi dalam diri kita. Dengan hadirnya nilai ilahiah ini tentu saja menjauhkan diri ini dari dosa dan kejelekan yang sering dilakukan diri kita di bulan lainnya. Selain itu dikutip dari halaman breaktime ada banyak manfaat puasa dari segi kesehatan diantaranya membantu menurunkan berat badan tubuh, meningkatkan sensivitas insulin, mempercepat metabolisme, membuat kita panjang umur, meningkatkan kekebalan serta memberi pencerahan diri.

Pencerahan diri lebih dekat dengan faktor mental dan self development. Salah satu faktor penentunya adalah faktor spiritual atau sering disebut keimanan dan ketaqwaan. Mungkin bahasa keimanan dan ketaqwaan jika diterjemahkan dalam aktifitas sehari-hari kita adalah menjaga lisan, mata, telinga, hati dan pikiran kita untuk selalu berjalan dalam on the right track. Orang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan manakala bisa menahan diri dari hal-hal yang dilarang dan menunaikan apa-apa yang diwajibkan untuk dikerjakan. Bulan Ramadhan mendidik diri kita untuk menjadi Insan yang beriman dan bertaqwa.

Mungkin disetiap tarwih kita sering mendengar bahwa bulan Ramadhan biasa juga disebut Syahruttarbiyah (bulan pendidikan). Amalan Ramadhan yang saya sebutkan diatas memang menjadi sarana belajar kita agar menjadi manusia “baik” seutuhnya, menjadi lebih stabil bermuamalah dari sebelumnya serta berusaha untuk jauh lebih baik dalam segala aspek kehidupan untuk ke depannya. Ujian menahan ini sungguh merupakan sarana pendidikan yang sangat efektif agar ketika kita menjalani 11 bulan ke depannya diri ini sudah terbiasa untuk berbuat kebajikan, ogah berbuat keburukan serta muncul empati kepada saudara lain yang membutuhkan uluran bantuan kita.

Saya jadi sangat yakin bahwa penyakit kronis bangsa ini seperti kecanduan narkoba dan rokok, free sex, dan narkoba hanya mampu diatasi hanya dengan menanamkan ibadah puasa dalam diri masyarakat Indonesia. Jika nilai keimanan sudah muncul, puasa pasti akan menjadi garda terdepan dalam menghalangi kita berbuat penyakit kronis tersebut. Sekali lagi jika nilai ilahiah sudah mampu kita hadirkan dalam diri, secara otomatis permasalahan kronis tersebut akan serta merta berkurang bahkan mati di negeri tercinta ini.

Selamat berpuasa saudaraku yang menjalankan, maaf lahir bathin dan tetap semangat menjalankan amaliyah Ramadhan tahun ini. Siapa tahu Ramadhan ini adalah Ramadhan terakhir kita.

 

Credit picture : jeremym566

 

Read More

Sudah Berapa Banyak Industri Nasional Yang Memanfaatkan Teknologi Robot?

Dengan semakin pesatnya kemajuan teknologi sekarang ini, sudah banyak manusia yang menggunakan teknologi robot dalam kehidupan sehari-harinya. Begitu juga didalam dunia industri terutama didalam industri  otomotif, banyak yang menggunakan teknologi robot untuk proses produksi industri. Dengan menggunakan teknologi robot, industri bisa mengefisiensikan tenaga kerja sehingga industri bisa menghemat dalam penggunaan tenaga kerja. Pengertian robot adalah sebuah manipulator yang dapat diprogram ulang untuk memindahkan tool, material atau peralatan tertentu dengan berbagai program pergerakan untuk berbagai tugas dan juga mengendalikan serta mensinkronkan peralatan dengan pekerjaannya.

Robot industri yang umumnya digunakan yaitu robot lengan yang digunakan untuk memindahkan barang dari konveyor yang satu ke konveyor yang satunya.
Saya pribadi masih sangat buta akan ilmu robotica ini, tetapi selalu memimpikan suatu hari banyak aktifitas pabrik yang memanfaatkan teknologi ini, atau bahkan ada rekan yang berinovasi dengan aplikasi ini.

 

Contoh aplikasi penggunaan Robot Arm
Contoh aplikasi penggunaan Robot Arm

Waktu zaman kuliah dulu penulis sempat mempelajari basic dari teknologi robot ini. Sistem pada robot memiliki tiga komponen dasar yaitu : Manipulator, kontroler, dan Power supply(daya).  Selain itu ada yang disebut Efektor sering ditemukan pada beberapa sistem robot, tetapi sifatnya tidak harus ada pada sistem robot.

Manipulator merupakan lengan yang memberikan gerakan robot untuk memutar, melipat, dan menjangkau objek dalam kondisi apapun. Gerakan ini disebut dengan derajat kebebasan robot atau jumlah sumbu yang ada pada robot. manipulator terdiri dari beberapa segmen dan sambungan (joint).

Kontroler merupakan jantung dari sistem robot sehingga keberadaanya sangat penting. Kontroler menyimpan informasi yang berkaitan dengan data-data robot. Dalam hal ini, semua data gerakan robot telah diprogram sebelumnya. Kontroler berfungsi untuk mengontrol pergerakan dari manipulator. Kontroler sendiri diatur oleh sebuah informasi atau program yang diisi dengan menggunakan bahasa pemrograman tertentu. Informasi tersebut kemudian disimpan didalam memori. Kemudian data dalam memori dapat dikeluarkan atau diubah sesuai dengan yang diperlukan.

Power supply (daya) adalah sebuah unit yang menyediakan tenaga pada kontroler dan manipulator sehingga dapat berfungsi dan bekerja dengan baik. Power supply dalam suatu sistem robot dibagi menjadi dua bagian, yaitu bagian untuk kontroler dan bagian untuk  manipulator. Bagian kontroler menggunakan elektrik sedangkan bagian manipulator bisa menggunakan elektrik, pneumatik, dan hidrolik.

Efektor dapat ditemukan hampir semua aplikasi robot, walaupun keadaannya bukan merupakan komponen dasar dari sistem robot. Efektor berfungsi sebagai bagian terakhir yang menghubungkan manipulator dengan objek. Sebagai contoh efektor dapat berupa peralatan las, penyemprot cat ataupun hanya berupa penjepit objek.

Berarti cara kerja suatu robot agar dapat melakukan pekerjaan adalah yang pertama kali dengan memanfaatkan manipulator dalam memberikan gerakan pada robot untuk memutar, melipat, dll. Kemudian kontroler yang bersifat sebagai jantung sistem robot berfungsi untuk mengontrol pergerakan dari manipulator dan menyimpan informasi tiap kali manipulator bergerak. Agar kedua komponen tersebut dapat berjalan, komponen tersebut membutuhkan suatu tenaga listrik yang dapat kita ambil dari power supply.

APLIKASI ROBOT

Nah di dalam proses operasional plant kita apa saja yang cocok sebagai aplikatif robot? Mungkin gambar yang saya sertakan mewakili dari begitu banyak aplikasi dari robot industri ini. Penggunaannya pasti ada pro kontra nya.

Read More